Mengenal Terapi Pijat Tradisional

 Artikel

Mengenal Terapi Pijat Tradisional Indonesia dan Thailand

Bagi sebagian orang Indonesia, pijat merupakan terapi untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Terapi semacam ini masih berkembang di kalangan masyarakat, entah itu di kota, maupun di desa. Terapi pijat tradisional sangat digemari masyarakat karena dapat membantu mengatasi berbagai penyakit. Pijat tradisional juga dijadikan sebagai terapi alternatif untuk mengimbangi pengobatan dokter. Pijat tradisional ternyata tak hanya terkenal di Indonesia. Beberapa negara di belahan dunia lainnya juga mengenal teknik tradisional ini. Sebut saja negara tetangga kita, Thailand. Negara ini memiliki terapi pijat yang masih dipakai hingga sekarang. Apa perbedaannya pijat ala Indonesia dengan pijat ala Thailand? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Mengenal Terapi Pijat Tradisional Indonesia dan Thailand

Apa yang terbayang di benak Anda ketika mendengar terapi pijat tradisional Thailand? Sekilas, Anda mungkin akan terlintas kehidupan malam Bangkok dan hingar bingarnya. Jangan berpikir yang macam-macam dulu. Lebih dari itu, seni pijat tradisional Thailand sebenarnya berbeda sekali dengan pemahaman yang sudah ada di benak kita. Seni memijat di Negeri Gajah Putih ini disebut dengan nuad phaen boran. Seni ini ternyata memiliki akar yang sangat panjang di dalam sejarah teknik terapi penyembuhan. Jika seseorang mencoba untuk menelusuri asal muasal pijat tradisional di negeri ini, ia pasti akan menemukan fakta bahwa seni pijat tradisional ini bukan dari Thailand, melainkan dari India. Orang India bernama Jivaka Kumar Bhaccha merupakan pendahulu Budha di negeri ini. Ia juga menjadi dokter pribadi Magadha King Bimbisara. Kejadian ini lebih dari 2500 tahun yang lalu.

Siapa Jivaka Bhaccha ini dan bagaimana terapi pijat tradisional yang diajarkannya? Penganut agama Budha mungkin sudah tidak asing dengan nama ini. Ia adalah sahabat dekat Budha dan juga dokter religius biarawan Budha. Namanya disebutkan dalam naskah Pali Canon atau Kitab Suci Budha Theravada. Teknik seni pijat tradisionalnya masih dipraktekkan sampai saat ini, terutama di daerah Sri Lanka, Burma, Kamboja, Laos, dan Thailand. Teknik pijat yang diajarkannya dapat ditemukan di tempat pengobatan herbal di Thailand. Teknik pijatnya mencakup banyak aspek, terkait penyembuhan, pengobatan, dan kecantikan. Teknik pijat asal India ini juga mengenal tradisi akupuntur sebagai salah satu andalannya. Tidak diketahui pasti apakah pijat Thailand ini ada pengaruhnya dengan pijat khas Cina.

Sementara Orang Indonesia sudah lama mengenal pijat. Saat kelelahan, orang Indonesia lebih memilih pijat daripada meminum obat. Ada banyak teknik terapi pijat tradisional yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah terapi pijat untuk penyakit masuk angin. Sebenarnya masuk angin bukanlah sebuah penyakit. Gejala ini timbul karena adanya indikasi penyakit lain. Orang Indonesia mengatasi gejala masuk angin dengan pijat di titik-titik tertentu kemudian diakhiri dengan “kerokan”. Terapi ini dipercaya dapat menghangatkan badan dan menghilangkan masuk angin.

Selain itu, ada juga pijat tradisional yang dijadikan terapi selama masa mengandung dan melahirkan bagi wanita. Terapi ini dipercaya bisa menjaga kebugaran wanita selama masa mengandung dan melahirkan. Terapi semacam ini masih dipraktekkan di Indonesia, khususnya di daerah-daerah. Saat mengandung, terapis ahli pijat juga bisa memprediksi apakah calon bayi yang dikandungnya berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Dahulu, saat belum mengenal USG, prediksi bayi dilakukan dengan memijat. Proses persalinan pun didahului dengan terapi pijat. Demikian adalah penjelasan mengenai terapi pijat tradisional Thailand dan juga Indonesia.

Author: