Cara Pijat Tradisional yang Paling Banyak Digunakan

 Artikel

Cara Pijat Tradisional Beserta Tekniknya

Hampir sebagian besar masyarakat mengenal pijat tradisional Indonesia. Namun, hanya segelintir saja yang mengetahui cara pijat tradisional. Umumnya, pijat dilakukan pada daerah punggung. Sebab bagian tubuh ini yang paling sering mudah nyeri dan pegal. Meskipun begitu, terdapat pula bagian tubuh lain yang biasa dipijat seperti tangan, kaki, kepala dan lain sebagainya. Tidak semua orang dapat melakukan terapi pijat. Setidaknya dibutuhkan latihan, pengalaman serta keterampilan khusus dalam memijat. Bahkan, sekarang ini dibutuhkan lisensi atau sertifikat untuk diperbolehkan membuka tempat pijat. Pasalnya pijatan berhubungan dengan jaringan otot. Walaupun demikian, Anda tetap bisa mencoba beberapa teknik dasar untuk memberikan pijatan berkualitas untuk orang-orang di rumah.

Cara Pijat Tradisional Beserta Tekniknya

Hal yang perlu diingat adalah teknik-teknik ini hanya dapat memberikan tekanan ringan pada tubuh. Untuk pemijatan yang lebih intensif seperti meredakan nyeri, mengatasi keseleo dan lain sebagainya sebaiknya datang langsung ke praktisi yang lebih profesional. Sebab kesalahan sedikit saja dapat mengakibatkan hal yang fatal. Berikut ini adalah beberapa teknik cara memijat yang mudah dan ringan.

  1. Gerakan Percussive

Cara pijat tradisional yang pertama adalah menggunakan gerakan Percussive. Gerakan ini juga populer dengan nama tapotement. Pada dasarnya, teknik ini merupakan rangkaian pijatan sederhana yang singkat namun dilakukan secara berulang-ulang menggunakan tangan. Untuk melakukan gerakan ini, Anda hanya perlu menelungkupkan tangan dan biarkan semua jari mengarah pada titik yang sama. Selain itu, Anda juga bisa mengepalkan tangan, kemudian memijat bagian tubuh menggunakan buku ibu jari. Sekedar informasi, gerakan ini akan membuat jaringan otot pada punggung terstimulasi sehingga lebih rileks. Setelah melakukan beberapa kali gerakan, rilekskan pergelangan tangan lalu tekuk. Lakukan gerakan-gerakan cepat agar teknik Percussive lebih terasa. Hal ini juga berguna untuk memastikan bahwa Anda tidak menekan tubuh terlalu kuat.

  1. Gerakan Petrissage

Cara pijat tradisional selanjutnya adalah menggunakan gerakan Petrissage. Teknik ini melakukan gerakan memutar untuk memperbaiki dan memperlancar sirkulasi di dalam darah. Gerakan pendek dan memutar pada teknik ini dapat dilakukan dengan menggunakan ujung jari, buku-buku jari atau telapak tangan. Untuk memulai gerakan ini, lakukan terlebih dahulu pada bagian tengah pinggul. Jangan memulainya dari bahu, sebab hal tersebut akan membuat tubuh menjadi lebih pegal dan kelelahan. Setelah itu, perlahan naik hingga mencapai bahu. Pijat semua permukaan punggung dengan kisaran waktu antara 2 hingga 5 menit. Berikan tekanan ringan saja, jangan terlalu berlebihan.

  1. Gerakan Effleurage

Gerakan Effleurage lebih ringan dibandingkan dengan gerakan Petrissage. Sebab gerakan ini hanya berupa gesekan atau pijatan ringan pada tubuh secara menyeluruh. Dalam gerakan ini, Anda harus menggunakan semua permukaan telapak tangan dan pijat mulai dari punggung bagian bawah hingga mengarah ke atas. Pastikan bahwa pijatan yang diberikan selalu mengarah ke atas. Sebab gerakan ini sesuai dengan arah alira darah. Setelah itu, dorong tangan ke bagian tepi punggung secara perlahan. Kemudian tetap pertahankan sentuhan antara tangan dengan tepi punggung untuk menariknya kembali ke bagian bawah. Ulangi Cara pijat tradisional ini selama kurang lebih 4 menit sembari memberikan tekanan ringan. Selain itu, jangan lupa untuk memijat secara perlahan bagian leher dan bahu.

Bagaimana? Gerakan memijat di atas sangat mudah untuk diterapkan bukan? Dengan begitu, Anda bisa memberikan pijitan berkualitas untuk keluarga tercinta di rumah. Sekian sedikit informasi mengenai Cara pijat tradisional ringan, semoga bermanfaat.

Author: